#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Saya penduduk pulau jawa yang belum pernah sama sekali menginjak Jogja, padahal kota istimewa ini sangat tidak sulit untuk dijangkau, belom “jodoh” aja kali yaa.

Nah ketika punya kesempatan berkunjung, seperti biasa dong, saya mau totalitas!!

Maka saya suruhlah Fahmi untuk riset destinasi-destinasi yang tidak biasa di Yogyakarta (benar-benar totalitas, put :p)

Ternyata nggak jauh dari Candi Prambanan yang sangat tersohor seantero negeri, terdapat Candi Ijo yang menurut kami baguuuuuus banget.

Karena nggak cuma bangunan candi yang bisa dinikmati disini, tetapi juga pemandangan alam di bawahnya yang dapat melihat landscape Yogyakarta dengan sangat cantik.

Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dinamakan Candi Ijo karena berada di sebuah bukit yang memang dikenal sebagai Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang tingginya sekitar 410 mdpl.

Jadi nggak heran kalau di musim penghujan sering mendung dan hujan di candi ini, sedia payung aja yes.

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Teras bawah

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Pastikan membawa payung ketika musim hujan

Tidak ada tiket masuk untuk berkunjung ke Candi Ijo, kami hanya diminta untuk mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan kebersihan secara sukarela.

Masih belom tertarik mengunjungi Candi yang berlatar belakang agama Hindu ini ??

Let me inform ya!ย Dari letak Candi Ijo ini berdiri, di arah barat dan jika memandang ke bawah, kita bisa melihat dengan sangat jelas moment ketika pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Karena memang Pegunungan Seribu tempat berdiri candi ini merupakan batas bagian timur bandara, mungkin karena Candi Ijo inilah yang mengakibatkan landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur.

BACA JUGA :  Pengalaman Menginap di Vivatel Kuala Lumpur, Hotel Yang Memiliki Berbagai Jenis Elemen Alam

Nah, pengenkan?!

Baca Juga : 7 Hal Yang Harus Dilakukan di Gili Trawangan

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Bisa liat runway pesawat?!

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Penampakan candi ketika kabut naik

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Menghangatkan diri salam candi

Baca Juga : Our (Smart) Travel Style

Kompleks candi ijo terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak.

Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya.

Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral, dan bagian inilah yang masih utuh.

Ragam bentuk seni rupa juga dapat dijumpai sejak pintu masuk bangunan yang tergolong candi Hindu ini.

Tepat di atas pintu masuk terdapat kala makara dengan motif kepala ganda dan beberapa atributnya.

Kami tiba sekitar pukul 15.00 dengan hujan yang cukup deras, sempat hopeless karena jadi nggak bisa melihat pemandangan di bawah candi yang tertutup sama kabut tebal.

Tapi tidak lama kemudian hujannya berhenti, kami melihat kabut naik menuju arah candi yang justru membuat area candi menjadi mistis dan dingin.

Ini pengalaman pertama saya menyaksikan fenomena candi-candi yang diselimuti oleh kabut yang sangat tebal, Lucky me!

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Ketika mulai menjelang sore

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Suguhan special Candi Ijo

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Bisa menjadi point melihat sunset juga loh

Baca Juga : Weekend Getaway to Lampung

Tidak lama ditunggu kabutpun menghilang, pemandangan dibawah kami mulai terlihat jelas karena bantuan sedikit cahaya matahari.

Tetiba Fahmi berteriak “Huaaaaaah, bagus bangeeeeet!” Saya malah speechless melihat petakan-petakan sawah, pohon dan bukit-bukit hijau yang sangat cantik dari kejauhan, dengan latar belakang langit yang mulai berwarna oranye membuat saya bertekad bahwa harus ada kunjungan selanjutnya ke candi ini ketika SUNSET!

Ada teman yang katanya pernah datang ketika musim kemarau, sekeliling candi tidaklah sehijau seperti saat kami datang, tapi malah berkesan warna coklat.

BACA JUGA :  why T U R K E Y ??

Uuuh, jadi merasa beruntung datang ketika sangat hijau. Tapi saya heran kenapa Candi Ijo ini masih sepi sekali sama wisatawan, padahal candi ini terhitung unik karena memberikan suguhan yang berbeda dibandingkan candi-candi lainnya.

Kalaupun pengunjung tidak terlalu menyukai wisata sejarah dan budaya, pemandangan yang sangat indah dari candi juga bisa menjadi alasan dan pilihan untuk dinikmati, toh saat ini belum ada biaya masuk yang membebani.

Lokasi Candi Ijo yang sudah ada di google maps harusnya tidaklah terlalu sulit untuk ditemukan.

Dari hotel tempat kami menginap yakni Gallery Prawirotaman Hotel, untuk menuju Desa Sambi Rejo , Prambanan, Kec. Sleman cuma membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam aja kok.

Gampang kan?!

Baca Juga : Menyerbu Sunset Bar Gili Trawangan

#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You may also like

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *