Sudah pernah keliling kota Bandung?! Nah, kalau kelilingnya pake Bandros?! Iya, si bus merah bertingkat terbuka ituloh! Disebut Bandros yang ternyata merupakan singkatan dari Bandung Tour On Bus. Udah nggak heran kalau kota yang satu ini mengeluarkan trobosan unik semacam ini, karena menurut saya pribadi masyarakat kota Bandung sangat beruntung karena memiiki pemimpin brilliant seperti Kang Ridwan Kamil.
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Apa-apalah pose mangap di depan Bandros (source photo: @Satyawinnie)
Saya bareng teman-teman blogger lainnya punya kesempatan untuk Hore-hore Keliling Bandung Naik Bandros ini dalam rangka memeriahkan acara HARRIS Hotel Ciumbuleuit Warming Party yang memang letak hotelnya berada gak jauh dari kawasan berbelanja Cihampelas. Dengan bis ala-ala seperti di London ini, kami yang juga diiring-iringi oleh komunitas vespa dan mobil antik berkeliling dan membuat kegaduhan di daerah Cihamplas dan sekitarnya
Karena kelihatannya naik Bandros ini lebih seru di lantai kedua atau di decker atas, maka dengan berharap dugaan itu benar adanya.. Yasudah sayapun mencobanya. Namun setelah beberapa saat Bandros melaju…. seruan Awas! Dari si Bapak Guide mengagetkan kami semua.

 

Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Bagian depan dan belakang Bandros di lantai bawah
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Penampakan keseluruhan Bandros, keren yak!
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Sebelum dihadang kabel, narsis mah teteup!
Lah dalah.. Ternyata inilah tantangan (red: kekurangan) ketika naik Bandros di kota Bandung, awalnya kami semua masih seru-seruan dan asik bergurau. Senyum-senyum karena akhirnya misi untuk naik Bandros akhirnya tercapai. Tapi karena di Bandung banyak kabel rendah dan dahan pohon rindang yang juga rendah menggantung di tengah jalan, penumpang Bandros yang di decker ataspun harus waspada dan peka dengan aba-aba awas pohon atau awas kabel. Karena kan bahaya banget kalo sampe nyangkut di kabel…. hks

 

BACA JUGA :  Merak Kecil Manis !
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Abis nunduk, malah ketawa-ketawa kegirangan
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Tak ada yang bisa menghentikan session narsis mah, yakan kak Mei?! Xixix
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Semua curi-curi foto nunduk
Dari akun facebook kang Emil yang saya baca, Bus Bandros beroperasi hari Senin-Sabtu jam 14.30-17.00 WIB, hari Minggu jam 10.00-17.00 WIB. Bagi masyarakat atau turis yang ingin mencoba, tiket dapat dibeli di Halte Bus Bandros yang terletak di depan Taman Kandaga Puspa (Belakang Gedung Sate) seharga Rp. 10.000. Kabarnya tiket Bandros dapat ditukarkan dengan struk belanja dari factory outlet maupun kedai makanan yang sudah bekerja sama dengan DISBUDPAR Kota Bandung.
Bus Bandros punya rute perjalanan yang lumayan panjang, dengan durasi 30-45 menit (kalau nggak ada kendala apapun yah) turis bisa mengelilingi jalan-jalan di Kota Bandung dengan sensasi yang berbeda. Rute perjalanan dimulai dari Taman Pustaka Bunga (Halte) – Jl. Supratman – Dipenogoro – Gedung Sate – Sulanjana – Ir. H. Juanda (Dago) – Ganesha – Tamansari – Ir. H. Juanda – Dipenogoro – Cilamaya – Ciliwung dan kembali ke Taman Pustaka Bunga.
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Seusai keliling dengan Bandros, tetep seneng kok.
Hore-hore Keliling Kota Bandung Naik Bandros
Alhamdulillah gak ada korban, jadi kita masih bisa narsis >,<
Meskipun begitu, naik Bandros ini tetap menyenangkan banget kok. Karena udara Bandung yang segar dan adem, jadi kalian nggak perlu khawatir kepanasan deh. Bagi yang mau ngebuktiin kalau naik Bandros itu gak kalah seru dan menantang dari naik Rollercoaster, buruan main ke Bandung dan ajak temen-temen yang gak malu dadah-dadah sok cantik/ganteng kayak kami kemaren. Seru pisan!!

You may also like

15 Comments

  1. AAkkkk akuh pengen ikutan juga kak ketemu Mz Cumi
    berharap pas naik bandros pas lagi ga hujan aja :p

  2. Mantap mba…kelihatan asik lihat posisi saat naik Bandros, hindarin pohon kaya tiarap kl ada bom..he he…

  3. Bis-nya keren ya, interiornya juga gak biasa. Dan masih aja belum sempat nyobain meski sudah beberapa kali melipir ke Bandung. Lebih seru kalau reramean ya kayak di tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *