Jika kau tidak berani bermimpi, hidup sama dengan mati.
Demikian salah satu guratan dari Andrea Hirata yang begitu sangat saya ingat, salah satu novelis tersukses di negeri ini. Yang juga berperan sebagai kurator di Museum yang berwarna-warni ini. Museum Kata Andrea Hirata begitu jelas mengingatkan tentang keharuan dan motivasi di dalam buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea. Dengan sepeda motor yang saya dan Fahmi sewa di pusat kota Tanjung Pandan, tanpa banyak menimbang-nimbang kamipun langsung menuju Belitung Timur.
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Butuh waktu tempuh 2-3 jam dari pusat kota, namun karena jalanan Belitung yang sudah sangat baik dan gampang bikin ngantuk, sedang berpuasapun kami tidak keberatan (apalagi saya yang cuma duduk manis di jok belakang). Museum Kata ini terletak di Jl. Laskar Pelangi No. 7 Gantung Belitung Timur, tidak jauh dari museum juga terdapat lokasi replika SD Muhammadiyah Gantung yang digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi.

Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata

Bagian depan museum ini dulunya adalah rumah yang berusia 200 tahun 
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
\’Bebaskan mimpimu ke angkasa” :))
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Bagian sisi kanan depan museum
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Halaman depan yang asik untuk bermain
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Eh ada Guliver raksasa di tengah taman!
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Teras dan bagian depan museum
Sebelum memasuki museum, saya merasa suprise karena museum terlihat mengalami banyak perubahan dari yang saya lihat di media online sebelumnya. Terlihat banyak perbaikan di segala sudut dengan berbagai warna cerah, namun kehangatan dan kenyamanan tetap begitu terasa ketika masuk ke dalamnya. Masuk ke museum ini seperti \’mengisi baterai\’ karena banyak membaca, tetiba jadi ingin corat-coret juga mengungkapkan kekaguman.

 

Museum ini merupakan museum kata pertama di Indonesia, atau bahkan mungkin satu-satunya di negeri ini. Karena memang konsep museum kata masih sangat asing di Indonesia, lain dengan di Amerika yang sudah ada lebih dari 100 museum kata. Jadi nggak heran kalau Andrea yang wawasan dan kemampuannya udah Go International berkeinginan membangun museum unik ini di kampung halamannya.
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Ruang tengah museum yang dindingnya dipenuhi berbagai cerpen dan penghargaan
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Cuplikan film Laskar Pelangi di beberapa ruangan
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Beberapa foto dan lukisan Andrea H
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Berbagai karya Andrea Hirata
Di museum ini, terdapat lebih dari 200 literatur dari berbagai genre, seperti literatur musik, literatur film, literatur anak, literatur seni, hingga literatur arsitektur. Saya tidak pernah tahu sebelumnya bahwa; Andrea Hirata merupakan pemenang pertama kategori general fiction dalam New York Book Festival 2013, that Laskar Pelangi been translated to over 20 languages and  published in more than 100 countries. Itu si masnya pasti orangnya romantis pisan yak?! >,<

 

Museum ini tidak memungut biaya, karena merupakan perwujudan janji Andrea untuk mengalokasikan royalti penjualan buku Laskar Pelangi untuk membuat sesuatu yang berbau pendidikan. Padahal saya yakin tidak sedikit biaya yang keluar untuk terus memperbaiki museum yang sangat menginsprasi ini. Nggak kebayang berapa biaya pembangunannya tahun 2010 lalu, yang jelas Andrea adalah penulis yang sangat berjasa bagi kampung halamannya. Apalah Belitung tanpa buku dan film Laskar Pelangi?
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Warung Kopi Kuli
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Konsep lawas di warung kopi Kuli di bagian tengah museum
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Karena Ramadhan jadi kedainya tutup. huhuhu
Berani Bermimpi Di Museum Kata Andrea Hirata
Children Literary Class
Rasanya bisa menghabiskan waktu seharian untuk membaca seluruh karya Andrea yang sangat khas dengan sastra melayunya di museum ini, kami yang datang ke Belitung cuma dua hari sayangnya nggak bisa lama-lama berkujung. Di bagian tengah museum yang luasnya sekitar 100×60 meter, terdapat kedai kopi kecil yang dinamakan “Warkop Kupi Kuli”. Namun karena waktu itu masih Ramadhan, warung kopinyapun tutup. hks
Tiba di bagian belakang museum, terdapat lahan yang disulap menjadi sekolah, Andrea sendirilah yang mengajar. Andrea aktif mengajar bahasa inggris kepada anak-anak kurang mampu yan g kebanyakan adalah anak penambang timah. Bisa saja Andrea tinggal di Jakarta atau bahkan New York untuk meniti karier menulisnya, namun Ia tetap percaya bahwa mimpi dan inspirasi merupakan modal utama agar anak miskin Belitung bisa mengubah nasibnya. Namun mimpi tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan. Karena pendidikan, adalah jalan keluar dari kemiskinan.
Ps: All Photos taken with Olympus E-PM2

BACA JUGA :  Umah Di Desa, Vila Modern Yang Bergaya Pedesaan

You may also like

10 Comments

  1. Museumnya kereeeen… (y)
    Hihihi… ga enaknya jalan2 di bulan Ramadhan gitu ya, ga bisa icip-icip, banyak warung yang tutup juga… 🙁

  2. Salut sama Andrea Hirata yang mau pulang ke kampung halaman, berkarya dan mengabdi disana meninggalkan pekerjaan mentereng di Telkom.
    Museumnya keren, jadi pengen kesana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *