Sebelum membahas lebih jauh tentang Read Aloud, saya mau cerita dulu nih tentang peranan Buku dalam hidup saya *cailah.
Gak akan adalah blog ini jikalau saya tidak hobby membaca buku, sampai akhirnya saya juga jadi suka menulis. Dan gak akan lahir pula Caraka kalau saya gak menulis blog karena dari blog inilah saya dan ayahnya bisa saling mengenal lebih dalam satu sama lain kala itu (blog bojo -> catperku.com). Bahkan dimodusinnya aja pake buku loh, dengan nganterin buku yang saya buru sampai terbang jauh dari Bali ke Jakarta Hahaaha. Lebay bener kalo diinget-inget xixixi

Makanya, cita-cita untuk punya anak yang mencintai dunia literasi itu kuat banget! Semacam jadi life goal-lah hihi. Berharap semoga Raka bisa menjadi pribadi yang gak hanya mau rajin membaca, tapi juga suka dengan itu. Saya sebelumnya pernah menulis artikel yang judulnya Supaya Anak Suka Membaca, bisa diklik kalau mau membaca ya! Gak jauh berbeda, kali ini saya mau menulis serta membahas tentang Read Aloud secara lebih dalam. Jadi, apa sih Read Aloud itu??

Pengertian Read Aloud

Metode reading aloud atau membaca nyating pertama kali diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya “The Read Aloud Handbook”. Pada prinsipnya, metode reading aloud ini merupakan metode membaca paling efektif untuk anak-anak, karena ternyata metode ini bisa mengondisikan otak anak untuk merasakan bahwa membaca adalah aktivitas yang menyenangkan. Jadi buibuk dan pabapak, ketika membacakan anak buku sebaiknya dengan full expression dan dramatis, dengan dialek, intonasi, serta body language yang sesuai. Sebab poin utama metode ini adalah bahwa membaca bukanlah aktivitas yang membosankan, melainkan kegiatan yang menyenangkan dan menghibur.

BACA JUGA :  Montessori At Home; Our Montessori Materials List (2,5-5 years)

Nah makanya nih, kalau kalian punya pertanyaan, bagaimana sih caranya menstimulasi anak menjadi ‘senang membaca’ sejak kecil? Jawabannya ya melalui Read Aloud atau Membaca Nyaring inilah yang paling works!!

Filosofi Mangkok Read Aloud
Filosofi Mangkok Read Aloud

Seperti yang bisa kalian lihat dalam gambar, filosofi dari Mangkok Read Aloud ini bikin saya terkejut sekaligus happy. Mangkok read aloud menggambarkan semakin banyak anak terpapar dengan kata-kata yang didapatkan dari buku yang dibacakan, nantinya si anak akan mengeluarkan kata-kata tersebut menjadi celotehannya. Sampai akhirnya anak bisa lancar berbicara, baca sendiri lalu bisa (memiliki keinginan) menulis sendiri. Eitss, meskipun keduanya cuma bonus.. tetap bisa dikejar ya gengsss…

Fakta Literasi

Sedih sebenernya untuk bahas kyang satu ini, tapi harus banget kalian tahu karna dengan begitu bisa makin semangat deh untuk nerapin Read Aloud di rumah bareng si kecil.

“Negara Indonesia merupakan Negara kedua terendah di dunia yang memiliki peringkat literasi paling rendah, yaitu urutan ke 60 dari 61 Negara sebelum Botswana.”
“Lima besar urutan Negara dengan peringkat literasi paling tinggi di dunia diduduki oleh Finlandia, Norway, Iceland, Denmark, dan Swedia”
sumber: The World’s Most Literate Nations (WLMN), 2016.

Jadi jelas ya bahwa budaya membaca di Indonesia masih amat sangat rendah. Apalagi sekarang yaa yang makin banyak hal yang lebih menghibur selain tv yakni sosmed dan gadget. Dan gak heran juga kenapa masyarakat kita jadi gampang banget diserang Hoax dan perpecahan, KARENA MALES BACA! That’s why ya….. kenapa kita juga perlu hal-hal yang menyenangkan dan menghibur untuk menarik minat baca si anak kecil. Jangan sampelah jadi generasi yang maunya cuma menonton dan menonton aja.

BACA JUGA :  Datang ke Kebun Binatang Legendaris KBS

Bagaimana Tips dan Cara Memulai Read Aloud?

Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara memulainya bisa ikuti langkah serta tips dibawah ini ya:

1. Ajak anak ke toko buku, biarkan si kecil memilih bukunya sendiri, dan tugas orang tua selanjutnya,
sesuaikan buku yang dipilihnya itu dengan usianya.
2. Kenalkan penulis bukunya, ilustratornya, bahkan mungkin penerbitnya
3. Bacakan dengan full expression. Diusahakan dramatis, dengan dialek, intonasi, dan body language.
4. Tunjuk tiap kata yang tertulis, untuk mengenalkan aksara.
5. Meminta anak menceritakan kembali isi bukunya.

Nah sebelum lanjut membahas manfaatnya, menurut aktivis Read Aloud yakni mbak Yulia Latifah, ada beberapa hal yang membentuk anak untuk terampil membaca dan hal tersebut bisa banget loh distimulasi dari kegiatan Read Aloud.

Raka ketika usianya masih 3 bulan
Raka ketika usianya masih 3 bulan

Berikut poin-poin yang mempengaruhi kecakapan literasi anak.

1. Pengetahuan Abjad
Pengetahuan alfabet A-Z beserta kemampuan visual membedakan alfabet tersebut. Saat dilakukan read aloud, maka anak akan semakin terpapar dan terbiasa dengan alfabet yang mereka lihat disetiap kata yang ada dalam halaman baru.

2. Kesadaran Fonem
Fonem merupakan satuan bunyi terkecil dalam sebuah kata. Saat anak sering dilakukan membaca nyaring, maka anak jadi bisa membedakan arti satu kata dan kata yang lainnya yang mungkin jarang disebutkan. Contoh: seret (=tidak lancar) fonemnya berbeda dengan seret (=digeser), cara baca kata “seret” dalam 2 kata tersebut juga berbeda.

3. Pengetahuan Kosa kata
Semakin banyak anak mengetahui kosakata semakin cepat pula kemampuan membacanya akan terbentuk. Dalam teknik membaca nyaring, anak terbiasa mendengar dan melihat kosakata yang baru setiap harinya, sehingga nantinya anak mampu membaca dan memahami bacaan dengan cepat.

BACA JUGA :  Supaya Anak Suka Membaca

4. Kelancaran Memahami
Semkin sering anak memiliki waktu read aloud bersama orang tua/gurunya maka anak akan semakin lancar dalam memahami kata-kata dalam setiap kalimat.

5. Pemahaman Susunan Kata
Pemahaman susunan kata-kata dalam kalimat atau ungkapan. Semakin sering read aloud maka anak akan semakin paham dalam menyusun kata-kata nantinya.

Manfaat Read Aloud

Berikut manfaat yang bisa orang tua dapatkan dengan rutinnya dilakukan Read Aloud:
1. Membantu perkembangan otak lebih optimal
2. Mengenal dan melatih kemampuan mendengar anak
3. Menambah kosakata yang didengar & mendengarkan kata-kata yang jarang digunakan sehari-hari (lewat bahasa tulisan)
4. Melatih rentang perhatian anak & mengingat
5. Memperkenalkan konsep media cetak/tulisan
6. Mendekatkan orang tua dan bayi (bonding), serta dapat membuat bayi tenang
7. Merangsang imajinasi dan indera lainnya seperti penglihatan, pendengaran dan perabaan

Saya pribadi udah mulai beliin dan bacain buku Raka sejak umurnya 3 bulan, dan tenyata baru tau dong kalo read aloud bisa dimulai bahkan ketika anaknya masih didalem perut. Muihiihi gapapa ya telat dikit, yang penting semangatnya tetap dijaga terus. Doa terbaik untuk semua orang tua yang memperjuangkannya dan semoga anak-anak kita kelak bisa menjadi generasi yang gemar membaca. Amiiiinn. Nah kebetulan bulan ini saya kasih challenge ke ibu-ibu di @Funleclub untuk mendokumentasikan kegiatan read aloudnya bareng si kecil, beberapa sudah saya share lewat story instagram @funleclub, kalau tertarik ingin meramaikan boleh banget ya!! See you on the next artikel!!

Jangan lupa nonton video Read Aloud kami ya!

Mama Read Aloud, Raka Serius Menyimak

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *