Sesuai namanya yang luar negeri abis, Stone Garden ini memang menyuguhkan pemandangan yang seakan pengunjung tidak sedang berada di Padalarang, Bandung. Kota yang identik dengan keindahan alam serba hijau dan sejuk, tidak lagi dapat ditemukan jika kalian berkunjung ke taman batu raksasa ini, terlebih ketika musim kemarau tiba. Baik saya maupun Wanda, kami berdua tidak ada yang pernah datang berkunjung sebelumnya, sehingga kami yang hanya mengandalkan GPS sudah sangat siap menghadapi kemungkinan tersesat dan tak tau arah jalan pulang. #travelercantikbaper
Tapi paling tidak, Mahmud nggak galau karena ditinggal suami dines jelajah Borneo dengan genggesnya selama 10 hari. Istri cerdas seperti saya nggak mungkin membuang kesempatan berharga untuk menjauhi kompor, wajan serta teman-temannya, maka saya memanfaatkannya dengan cuci mata cari brondong konten baru. *dadah-dadah sama kompor dan wajan*
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Keindahan lanskap Stone Garden
Namun ternyata keberadaan Stone Garden ini tidaklah terlalu sulit untuk ditemukan, justru malah sempat berkali-kali saya dan Fahmi lewati ketika bolak/i pacaran ke Bandung naik motor. Dari jalanan menuju Cianjur, padang bebatuan raksasa ini sudah dapat terlihat dengan jelas. Karena Stone Garden berada di bagian atas Goa Pawon, maka kamipun segera berbelok arah ketika melihat petunjuk Objek Wisata Goa Pawon di sisi kanan jalan.
Namun memang lumayan sulit menemukan pintu masuknya karena minimnya petunjuk jalan, sehingga kami sempat bablas hingga melewati pekatnya asap-asap pembakaran batu kapur. Setelah bertanya sana-sini akhirnya kami menemukan pintu masuk Stone Garden yang sudah memiliki area parkir cukup luas. Luaaas sekali karena hanya ada 3 motor disana, bisa ditebak dong… Karena kami datang ketika hari Senin.
Sama halnya dengan susunan bebatuan di Pulau Belitung, Stone garden juga memiliki susunan bebatuan yang begitu artistik, area penyebarannya yang sangat luas membuatnya semakin “luar angkasa\’\’ abis. Bahkan konon beberapa media online menyebutkan bahwa lanskap Stone Garden ini mirip-mirip dengan Christmas Island di Australia, entah itu lebay atau nggak. Yaaa semoga ada kesempatan saya untuk membandingkannya secara langsung. (Aminin aja padahal jauh banget sama SYD)
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Icon yang terlihat masih sangat baru dipasang
BACA JUGA :  Tuhan, mohon selamatkan Banten
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Area parkir yang terlihat dari atas bukit taman batu
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
TIdak perduli matahari, yang penting hits
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Asap yang hitam dan debu yang pekat buat nggak nyaman banget
Ibu penjaga warung bilang, tempat ini bisa jadi lautan manusia kalau hari libur tiba. Yeaaah, alasannya tentu saja karena bukit bebatuan ini begitu Instagram-able untuk diabadikan. Rasanya belakangan ini udah umum banget menemukan orang-orang yang datang ke suatu destinasi dengan motivasi ingin check-in di Path dan upload di Instagram, Arrrggghh! Well oke, mungkin itu pertanda baik bahwa kini generasi kita sangat tangguh dan gigih dalam menggapai popularitas keinginan.
Saya pernah membaca mengenai sejarah bahwa Bandung dahulunya merupakan Giant Lake dimasa lampau. Entah fenomena alam seperti apa, karena diluar batas kemampuan saya mengerti, danau raksasa ini menjadi surut sehingga akhirnya menjadikan Bandung kota yang begitu subur serta sejuk. Maka Stone Garden inilah yang menjadi salah satu bukti yang menguatkannya, karena bebatuan besar di taman batu ini terbentuk secara alamiah berkat terciptanya danau raksasa di zaman purba dahulu. Maka tidak heran jika terdapat lembah-lembah dangkal yang mengelilingi bukit taman batu ini. (Well, semoga mereka yang anak hits juga tau fakta ini, yes) #Putrilaginyinyirbanget
Saya dan Wanda sempat menunda naik ke atas bukit karena pertimbangan menunggu langit lebih biru, namun rasanya sulit mendapatkannya karena banyaknya asap serta debu yang menyelimuti. Mungkin karena kami datang ketika musim kemarau, sehingga debu dari pabrik-pabrik batu kapur mudah beterbangan. Tapi rasanya akan jauh lebih beresiko jika datang di musim hujan melihat kondisi bukit yang sangat tidak kokoh ini.
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Bebatuan yang tersebar ini membuktikan sejarah masa lampau kota Bandung
BACA JUGA :  #LiburanDiYogya : Museum Ullen Sentalu, Wisata Museum Terfavorit
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Bona juga ikutan narsis
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Perhatikan kabut-kabut asap hitam yang mengelilingi bukit. KZL!
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Bahkan ada spot pengambilan gambar yang disediakan
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Papan bantuan untuk naik ke atas batu yang menjadi spot terbaik mengambil gambar
Stone Garden Padalarang, Yang Harus Selalu Disayang
Bona kepanasan, kayaknya ini kunjungan pertama dan terakhir deh ya.. Bon?!
Kedatangan saya ke Stone Garden ini sekaligus membuktikan, bagaimana perkembangan destinasi wisata yang kabarnya belum dibuka secara resmi ini. Kenapa?! Menurut informasi yang saya temukan dari beberapa sumber, Stone Garden tidak disarankan untuk dikunjungi secara berkala dengan jumlah besar karena lokasinya yang berada di puncak bukit batu di atas Goa Pawon. Hal itu membuat bukit ini menjadi rawan longsor atau dikhawatirkan akan amblas dan Goa Pawon yang berada di bawahnyapun akan lenyap.
Lalu kenapa justru jadi makin banyak warung yang dibuka?! Kenapa biaya masuk yang sebelumnya hanya Rp. 2.000,- kini menjadi Rp. 8.000,- (tiket dan parkir)?! Bahkan ada penambahan icon bertajuk “Welcome to Stone Garden Geo Park” di belakang loket yang kelihatannya juga baru dibangun. Apakah itu pertanda bahwa destinasi wisata ini sudah benar-benar resmi dibuka?! Β Lalu kemungkinan longsor tadi gimana?! Entahlah, sayakan cuma mau upload foto instagram aja…..
Ps: All Photos taken withΒ Olympus E-PM2

You may also like

24 Comments

  1. di belakang tempat tinggalku di kampung juga ada yang mirip2 gini, tapi asalnya dari pegunungan kapur, cuma ya ada lah spot2 batuan2 gitu.
    kayaknya lagi ngehits juga tempat batuan batuan gitu. entah yang kokoh ataupun yang nggak kokoh (kayak ngeliat gebetan jalan sama pacar barunya)

  2. Wow .. keren ya pemandangannya, baru tahu nih. Jadi ada pabrik kapur di sekitar sana ya, harus milih musim yang tepat buat ke sana.

    Bona nya so cuteee !!

  3. Iyap, Padalarang identik sama batu kapur nih mbak.. makanya debunya so so
    Jangan musim hujan karna jalurnya lumayan sulit.

    Hihii doakan Bona bisa main ke Yurop juga ya mbak?! >,<

  4. Aku kemarin kesana juga kak pas mudik, rame banget soalnya hari Sabtu.
    Sayangnya akses jalan menuju kemari memang belum diperbaiki sedemikian rupa yah jadi sepanjang jalan pakai kerudung ala aisyah nutupin muka biar gak kena debu x) #AnaknyaManja hihihi

  5. Saya belum sah jadi anak ngehitz kayak kamu kalau belum ke Stone Garden.

    Saya harus kesini sebelum balik ke Makassar.

  6. Bukit Moko aja belum pernah ke sana mb
    Ke bandung cuma lewat aja, itupun bertahun-tahun yg lalu πŸ˜€
    Stone Garden,oke juga pemandangannya dan memang instagenic banget tuh

  7. Kalo ke sananya pas musim hujan, rumputnya agak hijau, Mba πŸ™‚
    Mungkin mau ke sana lagi kalo udah agak hijau? Hehe..

  8. Wah kok ga ajak2 sih pas ke sini … aku kan blm pernah jg huehehehe …

    Seru nih kayaknya .. Mungkin kayak Tebing Keraton yg rame pas weekend, kayaknya kl ke sini pas weekdays aja huahaha ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *