Sebenernya udah kenal sama si mens cup ini bertahun-tahun lalu, tapi memang belum punya keinginan untuk mencobanya sendiri. Karna pertimbangannya pengolahan sampah di rumah sih, salah satu manfaatnya kan mengurangi sampah pembalut?! Sedangkan sampah-sampah di rumah blitar ini semua dibakar atau diolah sendiri menjadi kompos. Jadi pembelaan saya kala itu adalah “mens cup untuk orang kota aja yg gak mengolah sampahnya sendiri”.

Tapi ternyata ada fakta lain yang bikin mens cup ini begitu disarankan yaitu mampu mempercepat periode haid. Karna memang logikanya gak ada darah haid yang terhalang untung keluar/tertampung ke dalam cup. Buat saya yang kalo haid bisa sampai 10 hari baru bersih butuh bangetlah pasti, karna yaampooonn boros pembalut pake banget! Karna hutang puasa saya sampai 10 hari di tahun lalu, akhirnya sebelum ramadhan 2020 kemarin saya memutuskan untuk coba menggunakannya. Iya, jadi karna gak mau punya banyak utang puasa adalah motivasinya hahhahaa. Udah beli dong ya mens cupnya dari January, tapi maju mundur mau makenya karna takuut!

Lalu riset sana-sini, nonton tutorial sampai akhirnya 1 bulan sebelum ramadhan saya berani memasukannya ke dalam mrs.V ketika sedang menstruasi. Ternyata emang bener, ketika menstruasi dinding vagina itu otomatis jadi lebih lentur jadi ya gak susah untuk masukin cup yang menurut saya lumayan besar itu. Dan Alhamdulillah… kulangsung jatuh hati pada hari pertama penggunaannya. Dan ber-WHY baru coba sekarang, WHY??? ixiixixi Nah sebelum saya membagikan cerita tentang alasan jatuh cintanya, saya mau jelasin dulu tentang menstrual cup ini ya…

Apa itu Mentrual Cup?

Ada banyak sekali merk menstrual cup saat ini
Ada banyak sekali merk menstrual cup saat ini

Merupakan sebuah produk yang nampak seperti corong kecil yang terbuat dari silikon sehingga fleksibel dan dapat menampung darah kotor yang keluar saat sedang menstruasi. Kenyataannya Menstruap Cup sudah ada sejak 1937, tapi baru mulai muncul ke permukaan dalam beberapa tahun terakhir. Produk berbentuk corong ini dikatakan lebih ramah lingkungan daripada pembalut karena bisa dipakai berulang kali. Terbuat dari silikon standar medis, menstrual cup cukup mudah dipakai. Kalian hanya perlu melipat dan menyisipkannya ke dalam vagina (kedengeran horor ya?! xixixi).

BACA JUGA :  Live Concert - OWL CITY Indonesia Tour 2015

Karena Mens cup bisa mengurangi sampah pembalut, tentu aja produk ini jadi salah satu benda yang ramah lingkungan, tapi apa aja sih kelebihan lainnya yang bikin saya jatuh cinta? Nah selanjutnya yuk kita intip fakta-fakta yang harus kamu tahu tentang Mens cup:

1. Dapat dipakai 6-12 jam

Durasi mencopot atau membuang darah menstruasi ini tergantung dari jumlah banyaknya ya, tapi untuk saya pribadi ketika sedang banyak-banyaknya akan membuangnya 6 jam sekali. Nah setelah lewat dari periode puncak bisa lebih santai yakni 8-12 jam. Jelas jauh lebih nyaman dibanding memakai pembalut yang harus diganti 4 jam sekali. Kebayang dong berapa kali saya harus bolak/i kamar mandi, itulah kenapa saya malas bepergian ketika sedang haid.

2. Tersedia dalam beragam ukuran

Setiap produk punya 2-3 ukuran, untuk G-cup yang saya pakai sendiri ini saya menggunakan yang size kecil karna melahirkan secara operasi. Nah untuk buibuk yang lahirannya normal, sizenya bisa lebih besar lagi ya. Untuk lebih meyakinkan bisa konsultasi terlebih dahulu sama sellernya 🙂

3. Menampung darah lebih banyak

Bisa menampung sampai 20 ml
Bisa menampung sampai 20 ml

Ternyata junlah darah yang menetes itu gak sebanyak yang terlihat pada pembalut loh?! Meskipun lagi banyak-banyaknya darah menstruasi yang tertamping cuma sekitar 10-15ml, jadi selama ini saya udah boros banget pake pembalut ckckckck jujur ini bikin menyesal banget sih. Nah karna menstrual cup bisa menampung sampai 20 ml, jadi jelas jauh lebih bisa diandalkan dibandingkan pembalut.

4. Mampu mencegah munculnya aroma kurang sedap

Kebanyang dong gimana bau amisnya darah haid itu?! Nah ini juga jadi salah satu faktor yang bikin saya suka banget pake menstrual cup, ketika pipis gak perlu mencium bau darah haid lagi yeay!!!! Mau pipis berapa kali pun gak perlu menatap si darah kotor yang berkumpul di pembalut lagi hahahha bhaylah pokoknya! Saking nyamannya pas pipis suka lupa kalo saa tuh lagi haid xixixixii

5. Tubuh tetap merasa nyaman ketika menggunakannya

Tentu gak bisa langsung hap merasa nyaman ya… Karna pemakaian pertama pasti ada perasaan janggal di bawah sana. Dan itu sangat wajar karna pasti tubuh masih kaget karna ada sesuatu yang masuk kedalamnya. Tapi gak lama kok, hampir 4 bulan pemakaian tubuh saya udah nyaman banget seperti berlabuh di hati yang tepat wkwkkw. Jadi jangan pantang mundur ya kalau udah coba.. lanjutkan dan yakin!

BACA JUGA :  Photo Essay: Terimakasih Cihasem

6. Hemat biaya karna dapat digunakan kembali (reuseable)

KArna elastis jadi mudah dilipat
Karna elastis jadi mudah dilipat

Dibandingkan harus membeli pembalut setiap bulan, jelas jauh lebih hemat menggunalan menstrual cup yang bisa digunakan 3-5 tahun sekali (tergantung merk). Iya tapi harganya mahal! OOhh tidak, menstrual cup yang saya pake harganya gak sampe 200 ribu loh dan ternyata memang ada banyak sekali produk yang harganya ramah kantong. Tapi ingat ya… harus diriset dulu tentang produknya.

Fakta lainnya, ada 53 persen perempuan lebih cepat selesai haid setelah memakai menstrual cup. Semua narasumber yang VICE hubungi — mulai dari peneliti, ahli medis, pendidik hingga produsen menstrual cup — sudah mengetahui fenomena ini. Tapi sayangnya belum ada yang menelitinya secara ilmiah. Kemudian Dr. Larisa Corda, dokter obgyn dan ahli kesuburan, mengusulkan “tekanan negatif” dari penyedot cup mungkin meningkatkan aliran darah haid yang pada akhirnya “mengurangi durasi menstruasi”. Dia juga berpandangan bahan kimia dalam tampon dan pembalut (penghilang bau, pewarna, pestisida dan pewangi) bisa saja memengaruhi aliran dan penggumpalan darah.

Jika kalian menemukan artikel tentang menstrual cup pasti akan menyebutkan 2 kelemahannya yakni cara memasukkannya yang sulit dan proses pencucian yang harus bersih. Dan saya bisa memaklumi 2 kekurangan ini. Jadi inget dong awal saya menggunakan menstrual cup, saya udah melipat bagian corongnya sesuai instruksi tapi kok susah banget ya?! Hampir beberapa menit trus gagal lol, tapi karna gigih ya dicoba lagi dan lagi sampai akhirnya flop! Masuk begitu saja tanpa ada rasa nyeri atau semacamnya. Lain sekarang yang cuma 3 detik aja udah bisa langsung masuk ahhahaha *somseeee sitik gapapa ya. Lalu tentang proses mencucinya, harus cuci tangan dulu sampai bersih baru kemudian mencopot cup yang bisa dicuci dengan sabun natural atau cukup dengan air mengalir hingga bersih. Ketika periode haid datang, saya akan merendamnya dalam air panas sebelum menggunakannya kembali. Nah jangan lupa untuk menyimpannya kedalam pouch kain natural ya supaya ada silkulasi udaranya (jangan wadah plastik).

BACA JUGA :  One Month Anniversary: Being Mrs. Catperku
Cara menggunakannya sebelum dimasukkan
Cara menggunakannya sebelum dimasukkan

Terus siapa nih yang kemaren kejebak foto saya yang lagi datang ke dokter kandungan hahahha, DM auto penuh dengan pertanyaan adik baru buat Raka. Sayangnya saya masih menggunakan IUD jadi nanti dulu ya kasih adeknya hehhe. Jaid tujuan kemarin ke Obgyn adalah untuk cek posisi IUD dan hamdallah posisinya masih aman dan nyaman, saya juga konsultasi tentang penggunaan mentrual cup dan dokternya justru sangat welcome karna bisa buat area kewanitaan menjadi lebih bersih dan tidak berbau. Masyaallah ahlahmdulillah, yakin nih gak mau beralih ke menstrual cup?? Ixiixixi Udah kayak salles yang jualan aja ya akika, nah sebelum memutuskannya, silahkan dibaca dulu tentang resiko kesehatan dalam penggunaan menstrual cup dibawah ini ya gengs…

Mengutip dari Instagramnya Dr. Darell Fernando, Secara umum penggunaan menstrual cup aman dan terdapat resiko kesehatan tetapi sangat jarang terjadi yakni:

  • Alergi (1%)
  • Kesulitan melepas hingga perlu ke dokter
  • Kelainan pada organ reproduksi (1-3%)
  • Gangguan berkemih & hidronefrosis(jarang)
  • Endometriosis kerena darah haid berbalik (hanya 1 laporan kasus- ditolak FDA)
  • Posisi IUD(spiral) yang berubah setelah pemakaian (4%)
  • Toxic Shock Syndrome (2-3 kasus per 100.000)
  • Tidak meningkatkan risiko infeksi menular seksual & infeksi genital.
  • Tidak dianjurkan penggunaannya bila belum pernah berhubungan seksual karena merusak selaput dara.

Semua yang baik pasti ada resiko jika tanpa pertanggung jawaban, jadi meskipun kasusnya sangat jarang terjadi, menggunakan menscup ini juga harus amanah ya untuk mengurasi resiko. Untuk yang menggunakan KB IUD seperti saya, ada baiknya juga rutin kontrol ke obgyn, max 6 blm 1 kali. Sekian dulu curhat tentang per-cup-an ini ya gengs, semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.